Anakku Karunia Besar dari Allah

Tampilkan postingan dengan label Hidupmu Berarti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidupmu Berarti. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 September 2013

Benih Tumbuh Subur



 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan  menghasilkan banyak buah.(Yohanes 12:24 )

Hari ini tepat 100 hari kepergian anak kami Yukova Krisna Nathaniel. Kami mengunjugi makamnya tanpa banyak bicara dan masih ada airmata yang membasahi mata, Yah masih terasa berat bagi kami ditinggalkan seorang anak yang begitu berkesan dalam kehidupan kami.

Dalam makamnya kami tanam tanaman obat yang berkesan dalam kehidupannya.. Kunyit atau Kunir obat yang selalu mendampingi dia saat kecil ketika sakit menghampirinya saat pengobatan dari dokter tidak banyak membantu. Yah begitulah anak kami, anak yang bisa dibilang "ndeso" karena pengobatan yang banyak membantu adalah pengobatan secara tradisional dan maaf mungkin tidak semua dokter berkenan bagi dia dalam menyebuhkan sakitnya (Anda pandai tapi belum tentu anda berhikmat dan mungkin kesombongan menyelimuti diri anda). Tapi tulisan ini tidak akan mengulas apa yang berhubungan dengan kesehatan. Kunyit yang kami tanam sudah menunjukkan tanda kehidupan, seperti pohon namun lebih menyerupai bunga. Entah apakah pohon kunyit seperti itu? Lagi-lagi tulisan ini tidak akan membahas mengenai pohon kunyit.

Apa yang akan ditulis disini adalah tentang sebuah biji, bagian dari suatu pohon  yang biasanya menjadi cikal bakal tanaman baru yang akan disemaikan. Dari biji akan tumbuh sebuah pohon yang besarnya ratusan bahkan ribuan kali lebih besar dari cikal bakal pohon tersebut, dan dari biji juga akan timbul biji yang baru ketika tanaman itu bertumbuh dengan baik. Suatu hal menarik ketika saya membaca sebuah firman yang disampaikan Kristus ketika Dia berkarya dalam dunia yang  " jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja;"  dan biji akanlah tetap menjadi biji ketika dia tidak disemaikan kembali dan ditanam, yang luar biasa adalah ketika "tetapi jika ia mati, ia akan  menghasilkan banyak buah". Apa yang menjadi luar biasa disini adalah ketika sebuah biji yang "mati" kemudian ditanam maka akan menghasilkan banyak buah.



Apa hubungan sebuah biji dengan kehidupan kita? Kehidupan manusia adalah layaknya sebuah sebuah biji yang ditanam, ada kalanya benih itu tumbuh subur dan menghasilkan buah dan biji-biji yang baik. Namun ada pula biji itu menghasilkan buah-buah & biji-biji keturunan yang kurang baik. Apa yang kita lakukan secara tidak langsung akan menginspirasi orang lain bisa jadi inspirasi baik namun bisa juga banyak menginspirasi hal buruk. Semua kembali lagi kepada manusianya serta Rancangan & Kuasa Tuhan yang bekerja kepada diri manusia itu. Nah kembali lagi kepada firman tentang Biji, Kitab Yohanes 12 adalah kitab yang mengisahkan tentang Yesus yang diurapi dan berita kematian Yesus.  Biji mengambarkan diri Yesus sendiri yang akan di-kurbankan/di-tanam menjadi sebuah cikal bakal kehidupan orang yang percaya akan Dia. Kisah kehidupan Yesus yang adalah Kristus menginspirasi berjuta-juta orang yang mau percaya akan dia. Dia yang berkarya dalam waktu yang sangat singkat, tanpa darah dan nyawa tercurah ketika Yesus berkarya namun telah memberi inspirasi yang begitu hebat dalam kehidupan manusia. Itulah biji yang baik yang harus mati untuk menghasilkan buah-buah yang baik.

Apa hubungan hal diatas dengan yang terjadi pada diri anak kami, Yukova Krisna Nathaniel lahir sebagai seseorang yang mungkin akan dipandang sebelah mata. Dan semasa hidupnya dia memberi begitu banyak pelajaran kehidupan bagi orang tuanya dan mungkin beberapa orang dekat yang lain. Saat ini anak kami telah dipanggil Bapanya dan seperti layaknya sebuah biji yang ditanam yang akan menumbuhkan pohon untuk menghasilkan buah. Bagi kami, apa yang ditanam sedang bertumbuh dan berbuah baik bagi orang tuanya, dan kami melihat ada beberapa orang yang mengenai anak kami juga mengalami pertumbuhan. Biji itu baik, tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah-buah yang baik. Tidak ada hal yang lain yang membuat kami begitu bahagia selain merasakan kasih Tuhan yang dicurahkan dalam kehidupan kami melalui anak kami, pun saat ini ketika anak kami pergi dan Empunya biji menumbuhkannya untuk menghasilkan buah-buah yang baik.



Salam dalam naungan kasih karunia.

(Ayah & Bunda - Yukova Krisna Nathaniel)
Share:

Jumat, 05 Juli 2013

Selamat Ulang Tahun Yukova Krisna Nathaniel

 Selamat Ulang Tahun Yukova Nathaniel
 Selamat Ulang Tahun Yukova Nathaniel


Tulisan di-Facebook Wall Ibu:
Bukan sepeda, baju, sepatu baru atau barang baru lainnya yang dia inginkan sebagai hadiah ulang tahunnya hari ini..... melainkan sebuah permintaan yang teramat sederhana namun sangat berarti untuknya....dia hanya ingin meniup lilin ulang tahun kelimanya....... sebuah hal yang belum mampu dia lakukan di tahun2 sebelumnya. Selamat ulang tahun Nathan......meskipun lilin ulang tahun itu tak dapat kita tiup bersama...... bunda yakin saa ini Nathan sedang meniup lilin ulang tahun terindah bersama Bapa di surga. Bunda sayang Nathan selalu. Selamat ulang tahun Nathan sayang.

Tetesan air mata tak dapat ditahan ketika membaca sebuah tulisan sederhana Ibu yang adalah harapan  Nathaniel katika masih bersama kami. Dalam kehidupannya didunia Nathan tidak pernah merayakan ulang tahun & tentu saja tidak pernah meniup lilin, selain belum dapat meniup lilin kamipun lebih memilih untuk mengajak dia pergi ke panti asuhan dibandingkan berpesta ulang tahun. Bagi anak yang lain tentu sana meniup lilin adalah hal yang mudah sekali, namun bagi anak kami tiupan lilin adalah sebuah perjuangan yang membutuhkan kesabaran orang tua dan pembelajaran anak yang membutuhkan waktu lama.

Yukova Nathaniel Ulang Tahun 1st
 Ulang Tahun 1st Yukova Nathaniel 
2009:07:05 18:10:52
Teringat bagaimana kami dan gurunya mengajar Nathan untuk meniup lilin, karena sifatnya yang 'semau-gue' kami mengajar Nathan meniup dengan beberapa media, salah satu yang dia suka adalah  meniup peluit. Dan tidak butuh lama untuk dia meniup peluit hanya saja untuk meniup sesuatu yang lain memang butuh bimbingan. Selain itu ketika mandi, saya sering ajarkan dia bagaimana membuat balon-balon dari busa sabun mandi. Tiupannya sebenarnya sudah baik dan keras tetapi ketika saya nyalakan korek, bukan tiupan yang keluar tapi malah dia senang dan mendekatkan diri pada api yang menyala itu. Teringat juga ketika guru terapis disekolahnya mengajarkan bagaimana meniup api, yang terjadi malah rambut yang terbakar dan akhirnya gurunya tidak mau lagi mengajar meniup api. Saya berpikir nanti kalau saatnya dia pasti bisa meniup api, dan saat itu dia belum terlalu tahu resiko bahayanya api sehingga lebih senang mengexplorasi api ketika kita mendekatkan api kepadanya. Dan memang seiring dengan berjalannya waktu akhirnya Nathan bisa meniup api yang dinyalakan dari korek.

Tahun ini kami berencana untuk membuat sebuah acara kecil bagi Nathan saat ulang tahunnya. Acara ucapan syukur atas segala hal yang diberikan bagi Nathan selama dia bersama kami. Dan pada acara yang seharusnya jatuh pada hari ini kami berencana untuk menyalakan lilin bagi dia yang sudah lama menanti untuk dapat merasakan kebahagiaan meniup lilin yang telah lama dia nantikan, namun semua menjadi sempurna ketika Allah Bapa memanggil dia 42 hari sebelum perayaan ulang tahunnya.

Bagi kami dia adalah sebuah lilin yang menyala menerangi hati kami, dia adalah lilin yang menjadikan lilin redup ayah & ibunya kembali lagi menjadi lilin yang harus menerangi sesama dan bersaksi bagi sesama. Lilin Nathan telah padam dan dia telah berkorban bagi orang tuanya, dan dia sekarang menerima terang sukacita surgawi yang lebih indah. Kami percaya anak kami Yukova Krisna Nathaniel telah merayakan suka cita yang besar bersama Kristus di-Surga, sebuah moment yang lebih indah dari pada rencana kami dalam supaya anak kami dapat meniup lilin.


Selamat Ulang Tahun Anakku
Yukova Krisna Nathaniel 

Lilinmu telah menyala menerangi hati kami, saat ini biarlah Ayah & Ibu menjadi lilin yang menerangi yang lain demi kemuliaan Kristus Yesus yang telah menjadi terang dalam hati kita ketika kita bersama dan untuk selamanya.

Salam sayang dari Ayah & Bunda bagimu Nathaniel dan bagi Yesus Kristus, Allah Bapa yang saat ini menyertaimu dalam damai baka.
Share:

Kamis, 13 Maret 2008

Tiga Pohon

Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.

Pohon pertama berkata, "Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi dengan emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya."

Kemudian pohon kedua berkata, suatu hari kelak aku akan menjadi kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku.

Akhirnya pohon ke tiga berkata, Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi dihutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan Tuhan. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang akan mengingatku.

Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu.

Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi doanya tidak menjadi kenyataan karena
tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan diisi jerami.

Pohon ke dua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan kecil.
Impiannya untuk menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.

Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dengan gelap.

Tahun demi tahun berlalu, dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya. Kemudian suatu hari, sepasang suami-istri tiba dikandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya diatas tumpukan jerami di kotak makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama. Orang-orang datang menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa didalamnya diletakkan harta terbesar sepanjang masa.

Bertahun-tahun kemudian, sekolompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon ke dua. Ditengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berpikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang didalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata, "DIAM! Tenanglah!" dan badaipun berhenti. Ketika itu, tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja diatas segala raja.

Akhirnya, seorang datang dan mengambil pohon ke tiga. Ia dipikul sepanjang jalan, sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki ini kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan Tuhan, karena Yesus yang disalibkan padanya.

KETIKA KEADAAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN,
KETAHUILAH TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU.
JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA,
IA AKAN MEMBERIMU BERKAT-BERKAT BESAR.

KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN.
TETAPI TIDAK DENGAN CARA SEPERTI YANG MEREKA BAYANGKAN.
KITA TIDAK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA.
KITA HANYA TAHU BAHWA JALANNYA BUKANLAH JALAN KITA,
TETAPI JALANNYA ADALAH YANG TERBAIK.

GOD BLESS YOU ALL!!

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. (Pengkotbah 3:11)

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)

Share:

Popular Posts