Anakku Karunia Besar dari Allah

Tampilkan postingan dengan label My Lovely Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Lovely Family. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juli 2013

Dibumi Seperti Disorga

Hari ini Dibumi seperti disorga, tiga buah kata yang diambil dalam dari sebuah doa yang diajarkan Kristus bagi manusia. Berikut lengkapnya Doa Bapa Kami
Bapa kami yang di sorga,
dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu,
di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,
dan ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni
orang yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
Doksologi :Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan
kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.

Amin.

Yukova Nathaniel Kecil
Yukova Nathaniel Kecil
Doa yang sangat singkat yang Kristus ajarkan memiliki makna yang begitu dalam. Dalam hal ini apa yang sedang saya alami dalam kehidupan ketika kami dihadapkan sesuatu yang berat yakni kehilangan anak kami Yukova Nathaniel untuk menghadap Bapanya yang menciptakan dia. Sorga adalah sebuah tempat dimana Tuhan tinggal, sebuah tempat yang digambarkan sebuah tempat yang indah dan megah tidak ada tanggisan dan bersinarkan kemuliaan Allah Bapa. Ah mungkin banyak yang lebih dapat memberi  pengertian sorga secara lebih baik dari pada pengertian diatas. Sedangkan bumi adalah tempat kita berada sekarang ini, tempat dimana ketidakadilan merajalela, kejahatan saling  berlomba dengan kejahatan lain, tangisan yang acap kali tercurah dan penindasan yang seringkali terjadi.

Dibumi seperti disorga, wah sepertinya apa yang diajarkan Yesus seperti sebuah kontradiksi bagaimana mungkin?. Semua serba bertolak belakang antara bumi dengan sorga, seperti air dan api bagaimana mungkin menyamakan bumi dengan sorga? Secara manusia tentu hal tersebut tidaklah mungkin karena justru saat ini apa yang ada dibumi  semakin merajalela kejahatan, ketidakadilan, kedengkian, penindasan. dan  yang pasti semakin keras tangisan orang-orang yang tertindas yang mengalami tindakan-tindakan jahatan dalam dunia. Namun pernyataan dibumi seperti disurga tidaklah menunjukkan sesuatu yang hanya dicerna oleh hikmat manusia namun hikmat rohani, bagaimana mungkin ketika tangisan kami tercurah karena kepergian anak yang dikasihi pernyataan yang Yesus ajarkan tetap nyata dalam kehidupan kami.

Ayah & Yukova Nathaniel
Ayah & Yukova Nathaniel
Tiga peristiwa didunia yang bagi saya  menjadi suatu yang menjadi titik tolak  kehidupan : yang pertama ketika saya meningalkan persekutuan pemuda gereja kemudian mengikatkan diri dengan seseorang wanita ditambah  saat itu saya tidak memiliki prioritas dalam kehidupan dan kemudian ditinggalkan. Yang kedua adalah ketika saya sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak yang begitu tampan & lucu yang menjadi kebangga saya kala itu kemudian terjadi sebuah hajaran keras dimana anak yang terkasih divonis Down Syndrome oleh dokter. Peristiwa ketiga adalah ketika anak satu-satunya yang menemani saya selama hampir 5 tahun berlalu ketika saya sedang menikmati masa-masa indah kebersamaan dan anak kami sudah mulai menunjukkan kemandirian yang sangat membanggakan ternyata diminta oleh Tuhan untuk mendapatkan kemuliaan disorga yang sesungguhnya. Dari ketiga peristiwa tersebut sebagai manusia level yang terberat adalah peristiwa ketiga disusul oleh peristiwa kedua kemudian peristiwa pertama, namun apa yang saya rasakan sebagai seorang manusia justru malah terbalik. Peristiwa pertama teramat sangat berat bisa dibilang tidak ada yang namanya penghiburan, kemudian peristiwa kedua disaat saya kembali sedang dibentuk mengenal Tuhan malah diberi hajaran. Peristiwa ketiga adalah sebuah kisah sedih namun saya percaya ada rencana kisah  indah yang Tuhan nyatakan dalam hidup keluarga saya melalui diangkatnya anak saya, peristiwa drama dimana Dia merencanakan semuanya dimana Tuhan nyatakan cinta-Nya bagi anak saya dan bagi keluarga saya. Nah itulah yang saya rasakan bahwa apa yang diajarkan Kristus "Dibumi Seperti Disurga"  menjadi nyata dalam kehidupan saya. Adalah sebuah proses panjang untuk menghadirkan kerajaan sorga dalam hati dan sering kali disertai rasa sakit dalam hati maupun kekecewaan. Semua hal dijinkan Tuhan untuk membentuk orang-orang yang dikasihi-Nya untuk senantiasa dapat bersyukur atas apa yang dialami.

Ketika ketidak-adilan atau kejahatan terjadi dalam hidup kita dan bukan karena ulah dosa kita maka mari belajar untuk menikmati, bukankah dunia memang penuh dengan ketidak-adilan dan segala kejahatan. Sebuah pertanyaan jika malah kita bisa hidup nikmat secara manusia tanpa pernah mengalami kesakitan, Apakah kita serupa dengan dunia?



Salam Dalam Kasih
Share:

Rabu, 17 Juli 2013

Kerjakan Dengan Hatimu


Yukova Nathaniel  Adelia Smart
Yukova Nathaniel - Adelia Smart//Art For Autism
Kami adalah orang yang percaya jika hati ada didalam apa yang kita kerjakan maka hasil yang akan kita dapatkan adalah hasil yang baik dan maksimal.  Ketika saya bekerja dengan hati kita sering kali waktu terlupakan karena terlalu asik mengerjakan sesuatu sehingga terkadang lupa waktu. Kerap kali sebelum berkeluarga bisa dibilang kerja saya adalah rumah saja karena memang kondisi orang tua yang beda kota, bahkan ketika kuliah selama sekitar 4 tahun saya "nginep" dikampus demi kepuasan hati.

Jagalah hatimu  dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)

Saat ini banyak orang berpikir bahwa otak adalah pusat dan mengatur seluruh kegiatan kita, tidak ada pertentangan antara pemikiran tersebut dengan apa yang ada dalam ayat, karena secara alkitabiah  hati dapat dilihat sebagai  pikiran, perasaan, dan kemauan seseorang melakukan sesuatu.  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, berarti menjaga pikiran, perasaan dan kemauan kita untuk melakukan sesuatu dan tentu saja melakukan sesuatu yang baik & benar seturut dengan kehendak Dia yang menciptakan kita.

Yukova Nathaniel & Rizky
Yukova Nathaniel & Rizky - Art For Autism
Ada banyak hal yang dikerjakan orang tua dengan mengatasnamakan kebutuhan anak tetapi sering kali gagal melihat kebutuhan hati sang anak. Ada orang tua yang bekerja siang malam untuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan buah hatinya supaya bisa sekolah yang baik, dapat babysister yang baik, membeli mainan yang baik, mengajak jalan-jalan anak dan banyak lagi hal yang lain yang dijanjikan oleh orang tua terhadap anak. Tapi apakah itu menjadi kebutuhan hati buah hati ? Masing-masing anak adalah unik dan masing-masing memiliki kebutuhan hati yang berbeda tetapi  ada satu hal yang pasti bahwa hati mereka membutuhkan hati orang tua yang memperhatikan kebutuhan hati sang anak. Sebagai orang tua; dan terlebih orang tua yang diberi karunia seorang anak yang divonis down syndrome sering kali justru kami belajar banyak tentang hati. Ketika  kami menyediakan waktu untuk anak Yukova Nathaniel dengan hati  yang terbuka bagi dia, maka dia akan mengerti apa yang menjadi harapan kami terhadap dia.

Berbicara dengan hati terhadap seorang anak tentu tidak mudah namun yang terutama adalah sediakan waktu. Mungkin kita sudah menyediakan waktu buat anak  namun  gagal, ada pertanyaan "Bagaimana hati kita mengerti hati anak ketika ada waktu buat anak sering kali kita menyibukkan diri dengan hati handphone/laptop kita  bermain BBM/game/whatzup?" Apakah kita termasuk yang seperti itu?



Share:

Kamis, 11 Juli 2013

Bulan Ramadhan; Moment Awal Kehidupan Mandiri

Yukova Nathaniel &Ibu - Rumah Baru
Yukova Nathaniel &Ibu - Rumah Baru

Sudah beberapa hari saya off menulis blogs Yukova.com, banyak hal yang terjadi namun hampir semuanya kembali pada sebuah titik dimana anak kami Yukova Krisna Nathaniel telah menjadi bagian terpenting dalam kehidupan kami dan telah menyelesaikan tugasnya sebagai seorang anak yang malah mendidik kami serta bahwa anak kami telah menjadi bagian dari Rencana Allah Bapa untuk membentuk kami menjadi bejana seturut dengan kehendak-Nya. Pada moment Bulan Ramadhan ini teringat akan beberapa hal yang telah kami lalui bersama:

Bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah, sebuah bulan suci bagi saudara-saudara Umat Muslim menunaikan ibadah puasa yang menjadi kewajiban setiap muslim. Hari ini adalah hari pertama Bulan Ramadhan 1434H, dan banyak saudara kiri-kanan yang sudah menunaikan ibadah puasa. Bagi kami sekaluarga Bulan Ramadhan adalah bulan dimana moment yang masih sangat teringat ketika 5 tahun yang lalu saat kami bersama pindah dari "Pondok Metua Indah" ketempat baru, rumah kami sendiri hasil jerih payah kami sendiri untuk membina keluarga. Sebuah anugerah apa yang kami cita-citakan untuk membina rumah tangga sendiripun terwujud, sehari sebelum Bulan Ramadhan saat itu kami pindah tepatnya pada awal bulan September 2008. Sebelum pernikahan memang kami sudah sempat untuk mencari-cari rumah tinggal namun belum ketemu tempat yang cocok dengan hati, hingga akhirnya pada bulan Maret 2008 relalisasi rumah telah selesai. Dan pada saat itu istri masih dalam kondisi hamil Nathaniel maka kami memutuskan untuk tidak pindah rumah dahulu.

Mbah Putri & Yukova Nathaniel
Yukova & Mbah Putri
Saat kami berpindah ke tempat baru di Perumahan Delta Mandala II saat itu penghuni belum sebanyak saat ini yang bisa dibilang hampir semua terisi. Dahulu hanya beberapa rumah dan rumah kami adalah rumah yang diampit beberapa rumah kosong, sungguh sebuah berkat yang begitu indahnya disatu sisi usia Nathaniel saat itu 40 hari-an dan disisi lain kami akan menempuh kehidupan mandiri dirumah baru kami. Moment hari pertama dirumah adalah moment yang indah karena pada saat itu sebuah ibadah ucapan syukur sederhana dan yang satu-satunya ibadah syukur dirumah yang dirasakan oleh anak kami yukova, ibadah syukur tanda penyerahan seluruh isi rumah kedalam tangan perlindungan Allah Bapa untuk dapat menjadi tempat kami bertumbuh dan bersinar serta menjadi jalan berkat bagi yang lain.

Hari pertama Bulan Ramadhan tidak lepas dari petasan yang meledak-ledak didekat rumah, namun bersyukur si kecil tidak terlalu terganggu suara ledakan. Sepertinya Nathan mengikuti ayahnya ketika dia tidur suara-suara tak menjadi hambatan kami untuk beristirahat tenang alias ngebo :p. Sebulan berlalu maka moment lebaranpun tiba dan saat itu kami hanya berjalan-jalan didekat-dekat rumah, kalau tidak salah mall pertama yang dikunjungi anak kami adalah Cito (City Of Tomorrow) di Bundaran Waru. Saat itu tidak banyak kendaraan yang lewat malah bisa dibilang Surabaya begitu sepinya tidak seperti lebaran tahun yang lalu yang tidak jauh berbeda dengan Surabaya/Sidoarjo ketika hari kerja.

Bulan pertama dirumah kami tidaklah sendiri karena ada Ibu Wati (Adik dari Bapak Lampung) yang saat itu berjanji untuk menemani kami mendidik anak kami, selain itu ada Mbah Putri (Ibu Lampung) yang saat itu selesai mengatarkan Om Angkie (Adik) untuk ikut di Sidoarjo guna melanjutkan pendidikan dibangku kuliah. Tidak lebih dari dua bulan Ibu Wati bersama kami; dia kembali karena ada kepentingan keluarganya sendiri sedangkan Mbah Putri sudah pulang ke Lampung dan tinggal kami berempat dirumah. Ada kebingungan karena tidak ada orang lain yang bisa membantu merawat sikecil, tetapi kami yakin bahwa kami bisa melakukan sendiri. Ah terkadang kami iri dengan orang lain yang ditunggu oleh orang tua-nya ketika ada cucu yang masih kecil, itu tidak berlaku dalam keluarga kecil kami.
Dari semuanya itu kami diajarkan untuk tidak terlalu bergantung pada orang lain  dan senantiasa bersyukur atas anugerah yang diberikan Tuhan. Ada kesukaan ada kedukaan,  apakah kita hanya bisa bersyukur saat bersuka? Bukankan lebih indah ketika kedukaan namun kita tetap bersyukur.
Share:

Jumat, 05 Juli 2013

Selamat Ulang Tahun Yukova Krisna Nathaniel

 Selamat Ulang Tahun Yukova Nathaniel
 Selamat Ulang Tahun Yukova Nathaniel


Tulisan di-Facebook Wall Ibu:
Bukan sepeda, baju, sepatu baru atau barang baru lainnya yang dia inginkan sebagai hadiah ulang tahunnya hari ini..... melainkan sebuah permintaan yang teramat sederhana namun sangat berarti untuknya....dia hanya ingin meniup lilin ulang tahun kelimanya....... sebuah hal yang belum mampu dia lakukan di tahun2 sebelumnya. Selamat ulang tahun Nathan......meskipun lilin ulang tahun itu tak dapat kita tiup bersama...... bunda yakin saa ini Nathan sedang meniup lilin ulang tahun terindah bersama Bapa di surga. Bunda sayang Nathan selalu. Selamat ulang tahun Nathan sayang.

Tetesan air mata tak dapat ditahan ketika membaca sebuah tulisan sederhana Ibu yang adalah harapan  Nathaniel katika masih bersama kami. Dalam kehidupannya didunia Nathan tidak pernah merayakan ulang tahun & tentu saja tidak pernah meniup lilin, selain belum dapat meniup lilin kamipun lebih memilih untuk mengajak dia pergi ke panti asuhan dibandingkan berpesta ulang tahun. Bagi anak yang lain tentu sana meniup lilin adalah hal yang mudah sekali, namun bagi anak kami tiupan lilin adalah sebuah perjuangan yang membutuhkan kesabaran orang tua dan pembelajaran anak yang membutuhkan waktu lama.

Yukova Nathaniel Ulang Tahun 1st
 Ulang Tahun 1st Yukova Nathaniel 
2009:07:05 18:10:52
Teringat bagaimana kami dan gurunya mengajar Nathan untuk meniup lilin, karena sifatnya yang 'semau-gue' kami mengajar Nathan meniup dengan beberapa media, salah satu yang dia suka adalah  meniup peluit. Dan tidak butuh lama untuk dia meniup peluit hanya saja untuk meniup sesuatu yang lain memang butuh bimbingan. Selain itu ketika mandi, saya sering ajarkan dia bagaimana membuat balon-balon dari busa sabun mandi. Tiupannya sebenarnya sudah baik dan keras tetapi ketika saya nyalakan korek, bukan tiupan yang keluar tapi malah dia senang dan mendekatkan diri pada api yang menyala itu. Teringat juga ketika guru terapis disekolahnya mengajarkan bagaimana meniup api, yang terjadi malah rambut yang terbakar dan akhirnya gurunya tidak mau lagi mengajar meniup api. Saya berpikir nanti kalau saatnya dia pasti bisa meniup api, dan saat itu dia belum terlalu tahu resiko bahayanya api sehingga lebih senang mengexplorasi api ketika kita mendekatkan api kepadanya. Dan memang seiring dengan berjalannya waktu akhirnya Nathan bisa meniup api yang dinyalakan dari korek.

Tahun ini kami berencana untuk membuat sebuah acara kecil bagi Nathan saat ulang tahunnya. Acara ucapan syukur atas segala hal yang diberikan bagi Nathan selama dia bersama kami. Dan pada acara yang seharusnya jatuh pada hari ini kami berencana untuk menyalakan lilin bagi dia yang sudah lama menanti untuk dapat merasakan kebahagiaan meniup lilin yang telah lama dia nantikan, namun semua menjadi sempurna ketika Allah Bapa memanggil dia 42 hari sebelum perayaan ulang tahunnya.

Bagi kami dia adalah sebuah lilin yang menyala menerangi hati kami, dia adalah lilin yang menjadikan lilin redup ayah & ibunya kembali lagi menjadi lilin yang harus menerangi sesama dan bersaksi bagi sesama. Lilin Nathan telah padam dan dia telah berkorban bagi orang tuanya, dan dia sekarang menerima terang sukacita surgawi yang lebih indah. Kami percaya anak kami Yukova Krisna Nathaniel telah merayakan suka cita yang besar bersama Kristus di-Surga, sebuah moment yang lebih indah dari pada rencana kami dalam supaya anak kami dapat meniup lilin.


Selamat Ulang Tahun Anakku
Yukova Krisna Nathaniel 

Lilinmu telah menyala menerangi hati kami, saat ini biarlah Ayah & Ibu menjadi lilin yang menerangi yang lain demi kemuliaan Kristus Yesus yang telah menjadi terang dalam hati kita ketika kita bersama dan untuk selamanya.

Salam sayang dari Ayah & Bunda bagimu Nathaniel dan bagi Yesus Kristus, Allah Bapa yang saat ini menyertaimu dalam damai baka.
Share:

Selasa, 02 Juli 2013

Ulang Tahun Ibu

Ayah; Yukova Nathaniel; Ibu
Ayah; Yukova Nathaniel; Ibu - Arts for Autism
Ulang tahun mengingatkan kita sudah berapa lama kita hidup didunia; dan tinggal berapa lama lagi akan berada didunia.  Hari ini hari Ulang Tahun Ibu; Ibunya Nathaniel anakku dan adalah istriku, begitu banyak hal yang menjadi harapan ketika seseorang berulang tahun namun masa ini mungkin masa yang berat bagi Ibu dimana kekasih kami dan malaikat kecil kami pergi meninggalkan kami untuk bersama Bapa-nya disurga. Tak ada kado yang terindah ketika sebuah kenyataan berat menghampiri selain penghiburan yang dari sesuatu yang lebih tinggi atau sesuatu yang lebih besar. Selama kami bersama tidak ada sesuatu yang istimewa yang kami lakukan untuk memperingati hari ulang tahun satu dengan yang lain. Hanya sebuah doa dan ungkapan syukur yang sederhana kami lakukan, karena kasih sayang masing-masing saling mengisi satu dengan yang lain. Tidak ada moment yang indah dalam kehidupan kami selain kebersamaan bersama dengan keluarga didalam kasih luar biasa dari Bapa yang empunya kami semua.

Apa yang kami percaya bahwa ada sesuatu yang lebih indah dibandingkan sebuah materi sebagai kado ulang tahun, itulah yang kami tanamkan bagi Nathaniel anak kami yakni cinta dan kasih sayang dari keluarga dan damai sejahtera yang diberikan Tuhan Yesus Kristus yang senantiasa menyertai. Apalah arti kado berupa materi ketika cinta & kasih sayang tidak ada dalam keluarga tersebut? Bukankah kado itu tidak ada artinya?. Apalah susahnya memberi sebuah kado ketika kasih sayang menyertai sebuah keluarga? Sepertinya tidaklah perlu menunggu moment ulang tahun untuk memberi kado yang berupa materi karena segala sesuatu yakni cinta & kasih sayang adalah kado terindah bagi semua orang.

Ibu & Yukova Nathaniel
Berikut sedikit pesan dari Ayah bagi ibu sebagai kado ulang tahun Ibu:
Selamat Ulang Tahun Ibu; Tak ada kebersamaan indah ketika kita mengalami hari-hari bersama & dilengkapi senyuman malaikat kecil kita. Saat ini malaikat itu telah bersama Bapa, Ayah yakin bahwa dia tetap tersenyum bagi kita & mengharapkan kita bisa bersamanya kelak. Tak ada kado indah dari ayah selain hati yang saat ini hanya buat Ibu. Nathan juga beri kado indah buat Ibu; kenangan manis kebersamaan kita & semangat yang selalu dia ajarkan ketika bersama kita. Tuhan pakai Nathan untuk sebuah rencana besar yang saat ini terasa berat namun yakin & percaya semuanya indah bagi Nathan, Ibu, Ayah & Buat adik Nathan jika Bapa percayakan dan mungkin bagi yang lain. Biarlah Bapa yang mendamaikan hati dengan kasih & penghiburan-Nya karena Dialah yang empunya kita. Terima Kasih Atas Segala Cinta & Kasih Sayang Bagi Kami (Ayah & Nathan).#LoveYouIbu #LoveYouNathan

Marilah menghitung hari-hari karena akan tiba waktunya penghiburan atas segala susah sedih yang Tuhan ijinkan menghampiri  menjadi sesuatu yang begitu indahnya ketika Tuhan sendiri yang menyatakan rencana kasih-Nya.



Love You Ibu

Ayah + Nathaniel

Share:

Senin, 01 Juli 2013

Bapa Terima Kasih

Yukova Nathaniel - Hadiah Terindah
Yukova Nathaniel - Hadiah Terindah
Bapa Terima Kasih, merupakan sebuah  lagu  rohani sederhana yang sangat gampang untuk diikuti anak-anak sekolah minggu (Sunday School). Lagu ini juga merupakan lagu lengkap yang bisa dinyanyikan terakhir kali oleh anak kami Yukova Krisna Nathaniel selain lagu Yesus Pokok & Kita Carang-Nya. Lagu ini dinyanyikan anak kami dihadapan Ibu-nya didalam kamar didepan almari pakaian.
Bapa Terima Kasih bagi saya pribadi merupakan lagu ungkapan syukur atas segala hal dalam kehidupan saya. Apakah itu kesedihan maupun kegembiraan berbaur menjadi sebuah Rancangan luar biasa Allah Bapa bagi mereka yang dipilih untuk berkarya didalamnya.  Tuhan memakai siapa saja untuk berkarya bagi-Nya, apakah seseorang yang bodoh atau pintar, seseorang yang normal atau seseorang berkebutuhan khusus, seseorang yang miskin atau seseorang yang kaya. Semuanya tidak ada bedanya dimata Allah Bapa dan Dia akan berkarya untuk kemuliaan-Nya melalui siapa saja yang dipilihnya. Teringat kisah Rasul Paulus ketika Tuhan Yesus Kristus  panggil, dia yang dahulunya pembantai pengikut-pengikut-Nya menjadi berubah 180 derajat menjadi seseorang yang rela mati demi Kristus. Semua karya-Nya tidak ada satu orangpun tahu, tidak selalu orang yang datang kegereja menjadi kesenangan-Nya tetapi semua menjadi rahasia-Nya.

Yukova Nathaniel - Hadiah Terindah
Yukova Nathaniel - Hadiah Terindah
Berikut ini lirik lagu Bapa Terima Kasih
Bapa trima kasih, Bapa trima kasih,
Bapa di dalam surga, Puji trima kasih,
Amin

Berterima kasih atas segala yang manis adalah sebuah hal yang biasa. Orang tak percaya kepada Tuhan-pun bisa melakukan hal yang sama. Namun yang berbeda adalah ketika kepahitan menghampiri dan kita tetap senantiasa bersyukur, bukankah itu yang membedakan antara mereka yang percaya kepada Tuhan dan orang yang kurang percaya.

Salam dalam kasih Kristus Yesus; Tuhan kita menyertai kita dalam setiap langkah kehidupan kita.
Share:

Aku Kecil Tapi Berkarya

Yukova Nathaniel & Mam Eka
Yukova Nathaniel & Mam Eka - Adelia Smart
Hari ini sepulang gereja saya bersama istri berjalan-jalan di Sun City Sidoarjo untuk mencari juicer. Ada kenangan indah ketika kami masih bersama Yukova Krisna Nathaniel  yaitu ketika anak kami yang  masih kecil berkarya diatas panggung untuk yang pertama kali pada 14 November 2012 saat Sidoarjo Education expo . Pertama kali anak-anak TK Adelia tampil dipanggung adalah sebuah hal yang menjadi tantangan bagi orang tua yang mau perduli dan terlebih bagi para guru yang mendidik anak-anak ini. Bagaimana tidak untuk mengatur seseorang yang bisa menerima instruksi begitu susahnya nah bagaimana ketika harus mengatur anak-anak yang berkebutuhan khusus yang memiliki ke-uniq-an masing-masing. Sebagai orang tua saat itu tidak bisa kami bayangkan, hanya terbesit keinginan untuk bisa memberikan sesuatu yang dapat kami berikan. Baik dukungan support antar/jemput ketika ada kegiatan supaya para guru tidak terlalu terbeban dengan yang lain.

Bunda & Yukova Nathaniel - Preparation Adelia Smart
TK Adelia adalah taman kanak-kanak inklusi yang didalamnya ada beberapa anak yang berkebutuhan khusus maupun anak-anak yang normal. Nathan adalah  murid anak down syndrome pertama di TK Adelia sedangkan ada beberapa anak yang lain yang berkebutuhan khusus Autism maupun Cerebral Palsy. TK Adelia bukanlan sekolah besar dan berlatar belakang murid anak-anak  punya kemampuan ekonomi yang tinggi, bahkan beberapa anak normal adalah siswa berbeasiswa tanpa bayar. Namun salut terhadap guru-guru yang masih punya semangat untuk tetap mengajar dengan hati dan tidak melulu materi,  dari situlah empaty kami ada karena apa yang dilakukan dengan hati adalah sesuatu yang terbaik.

Saat itu saya ikut serta mendampingi dalam pentas anak-anak istimewa ini, dan terus terang sebagai orang tua ada kebanggaan tersendiri ketika melihat anak-anak yang mungkin dalam lingkungan masyarakat dipandang sebelah mata dan saat itu tampil didepan panggung melenggak-lenggok badan membawakan sebuah opera sederhana. Tampil dipanggung pertama ada tangisan semua anak-anak baik mereka yang berkebutuhan khusus maupun yang normal. Tapi tak berlangsung lama, Nathan-pun akhirnya bisa bersemangat kembali mengikuti guru-guru untuk bergerak sesuai dengan apa yang diajarkan.

Berikut ini sedikit foto kenangan Education Expo @Sun Sity Sidoarjo


[gallery ids="563,564,565,566,567,568,569,570,571,572,574,575,576,577,578,579,580,581,582,583,584,585,586,587,588,589,590,591,592,593,594,596,597,598,599,600,601,602,603,604,606,607,608,609,610,611,612,613,614,615,616,617,618,619,620,624,622,621,623"]

Share:

Kamis, 27 Juni 2013

Wedding Anniversary Without Nathaniel

Bunda; Yukova Nathaniel; Ayah
Bunda; Yukova Nathaniel; Ayah
Satu hal yang terindah dalam kehidupan berrumah tangga adalah Ulang Tahun Perkawinan atau Wedding Anniversary. Tapi apa jadinya Wedding Anniversary tanpa seseorang yang berkesan dihati? Ya itulah yang mungkin esok hari akan kami rasakan. Kesedihan ditinggalkan sang buah hati yang telah hampir 5 tahun menemani kami baik dalam senang maupun kesedihan kami. Hampir 6 tahun berselanjar dalam bahtera kehidupan bersama mungkin ini moment yang terberat dalam kehidupan kami.

Teringat beberapa saat dimana kami bersama dalam sebuah kehidupan sederhana. Dalam setiap perayaan ulang tahun perkawinan yang telah kami lewati tidak banyak yang mungkin bisa diceritakan karena permintaan-permintaan yang teramat sederhana terlebih bagi rekan-rekan lain yang selalu merayakannya.

Wedding anniversary pertama sebuah saat itu Nathaniel masih dalam kandungan Ibu, sebuah permintaan yang terucap agar persalinan berjalan lancar mengingat kondisi Ibu sempat pendarahan sebelumnya. Dan bersyukur bahwa kami diberikan seorang anak yang begitu hebat pada tanggal 05 Juli 2008. Tak ada lilin yang tertiup saat ulang tahun pernikahan ini.

Yukova Nathaniel; Bunda
Yukova Nathaniel; Bunda - Awsome Gift
Wedding anniversary kedua begitu indahnya bisa menikmati kehidupan yang sempurna dengan kehadiran Yukova Krisna Nathaniel dalam hati kami. Kado terindah ketika kami melihat anak kami bisa merangkak. Woot anak kami memang sangat jago merangkak, walaupun lambat dalam berjalan namun ketika merangkak tak pernah kami melihat Nathaniel terbentur sesuatu ketika merangkak. Pada wedding anniversary tahun ini kami sempat untuk berjalan-jalan ke Bali menemani Om Danang & Tante Yuli yang sedang berbulan madu.

Wedding anniversary ketiga sebuah hadiah indah yang diberikan Tuhan bagi kami, Anak kami berjalan saat usia mendekati 2 tahun. Sebuah hadiah indah adalah hikmat bagaimana seseorang harus menggantungkan hidupnya pada Tuhan, sebuah proses panjang yang begitu berarti bagi kami yang saat itu menantikan anak kekasih untuk dapat berjalan disaat anak seusianya yang lain sudah bersepeda. Kebahagiaan  semakin lengkap bagi kami saat itu dimana pada saat itu  juga sempat mengajak Bapak & Ibu (Mbah Kakung & Putri) jalan-jalan ke-Bali. Ah moment yang begitu indah untuk dilupakan.

Ayah; Yukova Nathaniel
Ayah; Yukova Nathaniel - Awsome Gift
Wedding anniversary keempat/kelima, saya (ayah nathan) mendapat kado sebuah dompet dari Ibu & Nathan yang saat ini juga sudah rusak juga. Namun kado yang terindah ketika kami melihat anak kami tumbuh sebagai Nathaniel yang walaupun dengan segala kekurangannya kami melihat Nathan sebagai pribadi yang begitu sempurna & sebuah karunia indah dari Allah Bapa bagi kami pasangan Bayu Krisnawan & Made Putri Ayunita. Tak ada hal yang lebih indah dibandingkan ketika saya bersama keluarga.

Wedding anniversary keenam, sebuah masa berat bagi kami dimana sang-anak telah pergi meninggalkan kami semua untuk kembali menerima kemuliaan Allah Bapa disurga. Begitu banyak hal yang menjadi kado pernikahan kami pada hari ini, hadiah dari Tuhan lewat segala hikmat yang diberikan lewat anak kami selama dia bersama kami. Ada harapan dan cita yang saat ini kami lantunkan teriring dalam doa. Kami berharap jika memang Tuhan berkenan untuk memberikan adik bagi Nathaniel, harapan kami supaya adiknya memiliki hati yang baik sama seperti kakaknya dan kelak dapat berkenan dihadapan Allah Bapa.



Share:

Jumat, 21 Juni 2013

Mbah Dan Om Angkie Pulang Lampung



Om Angkie; Yukova Nathaniel
Om Angkie; Yukova Nathaniel
Mbah Putri dan Om Angkie pulang ke Lampung untuk melajutkan aktivitasnya pada tanggal 21 Juni 2013 tepat 4 minggu setelah kepergian Nathan. Ayah & Ibu kembali dalam kesendirian, rasa berat ketika mengatar ke Bandara Juanda. Jika biasanya ada Nathan yang mengantar kemudian menemani ketika kami pulang, kemarin hanya Ayah & Ibu saja.   Kehilangan seorang anak yang sangat dikasihi memang begitu berat bagi kami, ketika anak-anak lain seusianya sedang lucu-lucunya untuk disayang & dimanja malah kami kehilangan anak satu-satunya. Saat Nathan sakit kami berharap Nathan sembuh untuk bisa bersama menongok adiknya "Jenika" di Magetan yang barusan lahir, kemudian kami berencana pulang ke Lampung. Namun Bapanya di Surga  memiliki rencana yang lain,  Nathan pulang selamanya pergi bersama Bapanya ditempat yang saya percaya begitu indahnya & saya percaya Nathan begitu berarti bagi Bapanya.

Bunda; Ayah; Mbah Ti
Bunda; Ayah; Mbah Ti
Ada kisah yang menarik tentang Mbah-Putri & Nathan, ketika itu Mbah Putri sakit dan waktunya hampir sama dengan anak kekasih Nathaniel Mbah Putri juga sakit. Mbah Putri sempat opname selama 2 hari di Lampung dan beberapa setelah keluar dari rumah sakit Nathaniel masuk Rumah Sakit RKZ untuk opname. Saat Opname keluarga Lampung kami beri kabar dan tanpa pikir panjang Mbah Putri berencana untuk datang ke Sidoarjo naik bis supaya bisa menemani Nathan cucunya. Karena kondisinya yang masih lemah sehabis opname saya pun melarang  kawatir kondisi mbah akan turun lagi. Lima hari berlalu di RKZ Nathaniel-pun pulang dengan harapan bisa rawat jalan dan saat itu entah mengapa saya mengharapkan Mbah Putri dapat menemani Nathan, namun saya juga tidak rela jika Ibu naik bis tapi harus naik pesawat supaya tidak terlalu cape. Pada saat itu  saya tidak berharap Mbah-Kakung ikut ke-Sidoarjo karena perasaan tidak enak bahwa "Nathan akan berpamitan pada kedua mbahnya". Namun karena Mbah Putri tidak banyak pengalaman naik pesawat maka Mbah Kakung-pun mau tidak mau harus mengantar ke-Sidoarjo.Saat itu dalam pikiran saya hanya berpikir positif "Kedua Mbah datang semoga Nathan semakin senang dan bisa cepat sembuh", & pernerbangan pada tanggal 17 May 2013 hari Jumat dengan Pesawat Sriwijaya Air.


Bunda; Om Angkie; Mbah Ti
Bunda; Om Angkie; Mbah Ti
Perasaan semakin tidak enak ketika saat itu Pesawat Sriwijaya Air yang ditumpangi Mbah Kakung & Mbah Putri transit pukul 19.00 di Yogyakarta, seperti setengah kaget saat itu Mbah Kakung telp saya "Bapak sik sampai Yogya". Lho.. seperti tidak sadar saya bertanya dalam hati lho kok Bapak/Mbah Kakung Ikut? Koq sekarang di Yogyakarta jarang biasanya hanya transit Jakarta? Kembali perasaan kawatir "anak kekasih kami Nathaniel akan berpamitan". Kembali lagi penghiburan positif bahwa semoga dengan mbah keduanya ada, anak kami akan cepat sembuh.

Waktu berlalu, seminggu Mbah Kakung/Mbah Putri menunggu cucunya... akhirnya pada tanggal 24 May 2013 anak kekasih kami Yukova Krisna Nathaniel benar-benar berpamit pulang kepada Bapanya di Surga tepat pada hari Jumat.. sama ketika Mbahnya datang dan Mbah Putri-nya pulang Lampung.

Yang menarik pertama :

17 May 2013 - Mbah Putri Datang ( 1 Minggu Sebelum/Hari Jumat)
24 May 2013 - Anak Kekasih Nathan Pulang ke Rumah Bapa
30 May 2013 - Mbah Putri/Kakung KeRumah Adik Chika ( Malam-nya 31 May..  Ayah & Ibu merasa kesepian Seminggu Nathan Pergi/31 May -Hari Jumat)
21 June 2013 - Mbah Putri Pulang ( 4 Minggu/Hari Jumat )
28 June 2013 - Wedding Celebration Ayah & Ibu ( 5 Minggu Setelah Nathan Pergi/ Hari Jumat )
02 July  2013 - Ibu Birthday
05 July 2013 -  Yukova Nathaniel 5 Years Birthday (6 Minggu Setelah Nathan Pergi/ Hari Jumat)

Yukova Nathaniel
Yukova Nathaniel - Trip to Griya Asih Lawang
Dalam hidup saya.. saya suka angka 3 terlebih angka 33. Karena angka 33 adalah angka dimana usia Yesus Kristus berakhir, sedangkan angka 666 tidaklah membuat saya kawatir walaupun di Kitab Wahyu ada angka 666 (The Mark Of The Beast). Sebelum Nathan dipanggil sempat saya juga khawatir ketika Nathan opname-LAGI di RS. Mitra Keluarga, saat itu saya sempat berbicara dengan Bapak(Mbah Kakung Nathan) setelah menerima kabar duka dari Semarang & Lampung.. "Apakah Nathan Akan Jadi Yang Ke-Tiga?" Kekawatiran ada namun sama pengharapan dan keinginan kesembuhan Nathan harus kami usahakan yang terbaik secara manusia. Namun memang Bapa disurga berkehendak lain, berbeda dengan apa yang kami harapkan. Kami percaya itu yang terbaik bagi Nathaniel & Bapa disurga sangat mengasihi anak kekasih kami.

Yang Menarik kedua:
1. Nathan adalah cucu lelaki ke-3 dari keluarga saya
2. Nathan adalah cucu lelaki ke-3 dari keluarga istri saya
3. Pada bulan yang sama dari keluarga besar dari saya, Nathan menjadi yang ke-3 yang dipanggil Tuhan
Share:

Kamis, 13 Juni 2013

Nathan Karya Kasih Kristus

Dear Rekan Yang Terkasih

Ayah & Yukova Nathaniel; Trip Madiun - Surabaya
Terima kasih atas dukungan terlebih DOA rekan-rekan yang menghiburkan, menguatkan & menopang kami yang saat ini berada dalam kondisi kedukaan atas kepergian anak kami satu-satu-nya yang kami kasihi untuk menghadap Bapa-nya didalam surga. Dia yang dalam ukuran manusia hanya dipandang sebelah mata tetapi begitu besar dan dasyatnya Tuhan menggunakan anak itu untuk mengajarkan saya begitu banyak hal tentang keindahan Karya Kasih Allah Bapa.

Karya kasih Allah Bapa sungguh nyata dalam kehidupan yang saya rasakan & sebagai ayah saya merasakan betapa banyak tak terhingga kasih karunia yang dicurahkan Bapa terhadap saya secara pribadi. Sedikit flashback mengenai saya "Ayah Nathaniel" seorang anak yang merupakan anugerah bagi saya:

Ayah & Yukova Nathaniel; Trip Madiun - Surabaya
Pada mulanya saya adalah seorang buta, walaupun saya dilahirkan & dibesarkan dari orang tua yg percaya akan Kristus namun  semua tidak lebih karena "kutukan". Segala ritual  mingguan, ibadah gerakan pemuda, pelayanan adalah kutukan karena saya dibesarkan dalam lingkungan kristen sampai pada akhirnya saya pergi meninggalkan semuanya itu dan kesombongan menguasai saya. Delapan tahun saya meninggalkan semuanya itu  & tidak mau menerima kutukan yang dulu saya anggap sebagai rutinitas sampai pada akhirnya saya mengalami kejadian yang begitu beratnya saat itu.

Ketika prioritas hidup salah, menggantungkan diri pada sesuatu yang  bisa mengecewakan maka yang akan  kita dapatkan adalah kekecewaan, itulah yang saya hadapi. Kesedihan, tanggisan, keputus-asaan, bahkan rela untuk meninggalkan Bapa demi sesuatu yang saat ini saya sadari bodoh saat itu rela saya lakukan. Namun saya bersyukur karena bukan saya yang mencari Bapa, namun Dia sendiri yang mencari saya. Hingga pada akhirnya saya dapat melewati semua itu dengan sukacita dan hikmat yang saya dapatkan adalah memahami arti cinta  "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16)".  Tapi terus terang saya hanya sanggup memahami arti Kasih Allah sebatas kulitnya saja, saya masih belum mampu mengerti begitu besar kasih-Nya bagi manusia yang begitu besarnya.

Yukova Nathaniel; Trip Madiun - Surabaya
Kehidupan terus berjalan hingga Tuhan karuniakan bagi saya seorang pendamping hidup "Made Putri Ayunita", Ibu dari anak saya "Nathaniel". Ibu Nathan saat itu tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sungguh berbeda, dia ditinggalkan oleh ibu-nya sejak kecil dan dibesarkan single-parent yang  keras. Saya mengerti dan memahami ketika saya berkomitmen untuk bersama pasti akan banyak hal yang berat. Satu hal yang saya percaya adalah jika memang ini Rancangan Allah-Bapa maka Dia sendiri yang akan memampukan saya melewati semuanya. Kebersamaan berdua tidaklah lama berlajut karena Tuhan karuniakan kami sebuah benih kehidupan dalam kandungan istri saya. Ungkapan syukur tidak hentinya kami panjatkan. Kebahagiaan & harapan tumbuh dan saat itu saya mengharapkan "Nathaniel" untuk menjadi seorang yang berharga bagi yang lain, berkarya demi yang lain namun biarlah bukan dia yang terlihat tetapi Bapa yang menyertai dia.

Ayah & Yukova Nathaniel; Trip Madiun - Surabaya
Nama Yukova adalah manipulasi kata dari seorang yang berjasa dalam dunia internet   "Yakov Rekhter"..  Mungkin tidak banyak yang mengenai Yakov, tapi yang pasti begitu banyak orang saat ini yang menggunakan apa yang pernah dipikirkan-didesign-dibuat oleh Yakov Rekhter. Itulah yang menjadi dasar saya memberi nama "Yukova" + Krisna nama pemisah yang adalah bagian dari nama ayahnya + "Nathaniel" yang berarti Hadiah Dari Tuhan. Kalau nama tersebut digabungkan? Malah itu sama sekali tidak saya pikirkan untuk menggabungkan artinya.

Sebelum dilahirkan pada 05 Juli 2008 kalau tidak salah saat 7 bulan usia kandungan, Ibu Nathan sempat mengalami pendarahan yang lumayan banyak. Saat itu kekawatiran muncul apakah anak saya akan selamat? Ibunya dalam hati berkomunikasi dengan sikecil dan sebelum pergi untuk diperiksa Ibu sudah tahu kalau Nathan masih ada. Hari berlalu akhirnya Nathan lahir normal, saat persalinan saya sendiri ikut menunggu didalam hingga bisa membisikan doa pada Nathaniel. Ungkapan sykur dan kegembiraan keluarga terpancar begitu indahnya hingga pada saatnya Nathan imunisasi BCG. Dalam tulisan sebelumnya sudah saya tuliskan mengenai apa yang saya alami "Selamat Jalan Nathan Part 1".

Penghiburan datang dari beberapa teman, orang tua dan orang lain. Ada yg bilang "Anak itu titipan Tuhan... kita harus menjaganya"... Ada yang bilang lagi "Kalian adalah orang tua yang hebat itu sebabnya kalian diberi anugerah anak yang luar biasa" dan ada banyak yang lain. Ah itu hanya "kata" yang menguatkan tapi selama hati tidak berdamai dengan semua itu penghiburan hanyalah penghiburan yang berlalu tanpa arti.
"Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.  Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi,  siapakah yang berbuat dosa,  orang ini sendiri atau orang tuanya,  sehingga ia dilahirkan buta?"  Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia" (Yohanes 9:1-3)


Ayah & Yukova Nathaniel; Trip Madiun - Surabaya
Pada awalnya kami merasakan hal yang sama, apa kesalahan kami sehingga kami diberi anak yang "Istimewa" namun  dalam masalah waktu dan penghiburan yang memang Tuhan berikan lewat kejadian-kejadian bersama anak kami yang akhirnya menguatkan kami. Sebagai ayah saya bangga diberi kesempatan untuk bisa  menjadi orang tua Nathan, kasih menjadi nyata dalam hidup keluarga oleh hadirnya Nathan seorang anak Down Syndrome yang berhak atas curahan kasih kami orang tua-nya.  Yang dapat saya ambil dalam kebersamaan kami bersama dengan Nathan saat awal-awal vonis Down-Syndrome adalah pengertian dan contoh nyata  Buah Roh "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera,  kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.  Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.  Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Galatia 5:22-24)"  & sebenarnya banyak hal yang lain yang saya secara pribadi pelajari dalam kehidupan bersama anak kami yang mungkin akan saya tuliskan kelak di blogs ini.

Yukova Nathaniel; Trip Madiun - Surabaya
Waktu berlalu hari berganti dan tahun bertambah hingga pada akhirnya Nathan, anak yang kami kasihi dipanggil untuk menghadap Bapa yang memberi Nathan bagi kami. Sebelum Nathan pergi dia merasakan betapa sakit yang dia rasakan, hampir 1 bulan berlalu dalam kesakitannya. Pada puncaknya ketika Nathan berada di NICU, tak ada berupa gambar yang saya ambil karena hati tak mampu melihat Nathan yang begitu cerianya dalam keseharian dipasang begitu banyak alat kesehatan. Dan hancur rasanya saat tanggal 24 May 2013 pukul 00:45 Nathan pergi untuk menhadap Bapanya untuk selamanya. Dari kecil Nathan diciptakan Tuhan dengan kondisi "orang memandang sebelah mata", dan ketika harus pergi dia tetap merasakan sakit yang begitu mendalam.


Ayah & Yukova Nathaniel; Trip Madiun - Surabaya
Teringat akan Kristus yang adalah Allah namun mau menjadi manusia dan diam diantara manusia. Dia merasakan hidup seperti manusia juga penderitaan seperti manusia dan pada saat derita Kristus sendiri merasakan hal yang berat di Taman Getsemani ...."Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" (Matius 26:39).
Yesus Kristus yang adalah Allah yang menciptakan lagit dan bumi dapat dengan mudahnya untuk mengucapkan "Ya.. Kamu manusia yang baik... kamu diselamatkan!! " tanpa harus datang kedunia namun yang dilakukan Kristus sendiri menunjukkan besar-Nya kasih sayang & cinta-Nya sampai Dia sendiri merasakan apa yang dirasakan manusia dan taat sampai pada kematian tragis-Nya dikayu salib demi manusia. Bukankan itu sesuatu yg lebih besar dibandingkan hanya memfirmankannya?   Saya percaya bahwa setiap manusia yang berkenan dihadapan-Nya harus memikul salib-Nya pada saat berada didunia, dan mendapatkan kemuliaan-Nya saat bersama dalam kerajaan-Nya.

Damai sejahtera dalam kasih Allah Bapa yang menguatkan kita, saya bersyukur atas segala yang Tuhan sudah nyatakan dalam hidup saya. Kesedihan & air mata adalah alat yang digunakan Tuhan bagi saya untuk menyatakan kehendak-Nya.



Terima Kasih














Share:

Senin, 06 Agustus 2012

Tentang Aku

M2081S-1029Akhir november 2007 menjadi hari yang sangat membuat aku bahagia sekaligus terharu, karena saat itu aku dinyatakan hamil 2 mingggu. Setelah menikah di bulan juni, akhirnya penantianku terjawab sudah. Proses kehamilan yang kualami kurang lebih sama dengan perempuan yang lain, hanya saja memasuki bulan ketujuh aku mengalami pendarahan yang cukup hebat, dan Puji Tuhan anak dalam kandunganku baik-baik saja. Karena peristiwa ini akhirnya aku putuskan untuk berhenti bekerja. Singkat cerita, tepat tanggal 5 juli 2008 aku melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan tampan (lebih cepat darii perkiraan dokter yang mengatakan aku akan melahirkan diawal bulan agustus). Bayi laki-laki tampan dan mungil itu kami beri nama Yukova Krisna Nathaniel.
Share:

Selasa, 07 Oktober 2008

Yukova Krisna Nathaniel

P1020798Saat buat tulisan ini…berarti sdh 3 bulan 2 hari orchid kecil kami hadir ditengah-tengah keluarga ini. Tanggal 5 juli 2008 jam 14.59…aku melahirkan seorang putra. Puji Tuhan, persalinan berlangsung secara lancar, cepat, dan normal. Putra pertama kami beri nama Yukova Krisna Nathaniel, terlahir dengan berat badan 2,6 kg dan panjang 47 cm. Kebahagiaan yang kami rasakan benar-benar gak bisa diungkapkan dengan kata-kata…….hanya ungkapan terima kasih Tuhan yang selalu terucap.
Terima kasih Tuhan, semua begitu indah dan berarti bagi kami. Hanya doa yang selalu kami panjatkan agar tangan Tuhan senantiasa bekerja dalam setiap proses perkembangan dan penyempurnaan kesehatan lahir dan batin Yukova, agar Tuhan senantiasa menyertai Yukova dalam setiap detak jantung dan desah nafasnya. Menyerahkan Yukova hanya pada Tuhan, karena ditangan-Nya semua akan menjadi sempurna……dengan tangan Tuhan, kami percaya Yukova akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan sempurna lahir batin, menjadi anak yang pintar, dan berbakti pada Tuhan dan orang tua.
Terima kasih Tuhan……Mujizat itu nyata
Share:

Sabtu, 05 Juli 2008

Kelahiran Nathaniel

[caption id="attachment_334" align="aligncenter" width="300"]Yukova Krisna Nathaniel Yukova Krisna Nathaniel[/caption]

Kelahiran Nathaniel, seorang anak yang diberi waktu 4 tahun 10 bulan 19 hari, anak yang begitu hebat yang dipakai Tuhan untuk menyatakan begitu besar kasih Tuhan dalam kehidupan kami.

[gallery ids="107,111,112,108,109,110"]

 
Share:

Kamis, 29 Mei 2008

Thanks God



[caption id="attachment_338" align="alignleft" width="300"]Thanks God Yukova Krisna Nathaniel Yukova Krisna Nathaniel[/caption]

Thanks God, kamis, 15 Mei 2008……benar-benar menjadi pengalaman dan hal yang paling menakutkan dalam hidupku bahkan mungkin juga dalam kehidupan suamiku. Saat itu dikehamilanku yang akan memasuki trimester ke tiga aku mengalami pendarahan. Ya Tuhan, rasanya duniaku seperti runtuh, aku gak bisa membayangkan kalau aku harus kehilangan orchid kecilku yang sedang bertumbuh dalam rahimku, orchid kecil yang dari detik ke detik dalam kehidupanku semakin aku sayangi. Aku cm bisa teriak dan menangis ketakutan, namun untung saja suamiku tidak terlalu panik dan berusaha meyakinkanku kalau orchid kecil kami pasti baik2 saja. Ketenangan mulai hadir dalam hatiku saat aku bisa merasakan sedikit gerakan anakku di dalam perutku seolah ingin mengabarkan kepadaku bahwa dia baik2 saja. Terima kasih Tuhan, terima kasih anakku. Pagi itu juga Papa, Ibu, dan suami membawa aku ke rumah sakit puteri dan sepertinya sudah berkat dan anugerah Tuhan karena kebetulan pagi itu Dokter Pujo juga sedang bertugas disana.
Hasil pemeriksaan menyatakan jika anakku baik2 saja, pendarahan terjadi karena ada kontraksi di plasenta…..bisa jadi karena kelelahan, naik turun tangga, atau naik motor……..entahlah yang jelas ini adalah proses yang harus kami lalui supaya kami selalu ingat bahwa bukan tangan manusia atau tangan seorang dokter terhebat sekalipun yang menyelamatkan kandunganku dan menjaga anakku……tapi ada tangan yang maha sempurna yang akan selalu menyertai orchid kecil kami…..ya Tangan Tuhan dengan segala keajaiban yang Dia buat untuk kami. Peringatan juga untukku mungkin…..agar aku tidak terlalu sombong dengan apa yang aku miliki sekarang. Terima kasih Tuhan sudah menegur kami dengan caraMu. Terima kasih Tuhan telah menjaga buah hati kami hingga saat ini.
Akibat pendarahan selama beberapa hari aku harus istirahat total, hanya diijinkan berbaring saja di tempat tidur. Papa, Ibu, Santi, Dewi, dan terlebih suami tercinta bergantian menjaga dan melayaniku…..thanks ya. Hehe, untuk makan, buang air, mandi aku harus merepotkan orang lain. Termasuk suamiku yang harus melayaniku saat buang air, dan menungguku dirumah sakit meski dia sendiri sedang sakit…….terimakasih suamiku, maafkan aku ya.
Keadaan berubah setelah itu…….aku gak lagi bisa aktif di kantor seperti dulu. Aku hanya pergi kekantor untuk saat2 tertentu saja. Beruntung saja kantor bisa mengerti keadaanku……Tuhan memang baik khan.
Apapun…..yang penting anakku sahat tidak soal buatku, meski mungkin harus keluar dari pekerjaan…..asalkan buah hati kami tetap sehat dan bertumbuh lahir batin dalam rahimku itu sudah lebih dari cukup.
Terima kasih Tuhan atas segalanya.

 

Share:

Selasa, 10 Juli 2007

Our New Life

Puji Tuhan, 12 hari sudah aku lalui kehidupan baruku sebagai seorang istri. Tanggal 28 Juni 2007, Tuhan telah mempersatukan aku dan Bayu menjadi sepasang suami istri. Sebuah moment yang begitu indah….pemberkatan nikah kudus dan perjamuan kasih sederhana bersama keluarga dan teman menjadi kenangan termanis dalam hidup kami. Terima kasih Tuhan atas begitu besar kasih dan penyertaan-Mu dalam perjalanan hidup kami hingga hari ini.


Banyak hal dalam hati yang aku rasakan dalam 12 hari masa pernikahanku. Ada ketenangan yang lebih yang aku rasa setelah aku menikah, hidupku jadi labih fokus, dan segala ambisi atau gejolak yang ada selama aku masih sendiri seolah mereda dan rasanya seperti mendapat sesuatu yang baru yang lebih tenang, lebih terarah, dan lebih mantap dalam menapaki hidup selanjutnya. Hehe……dari sisi fisik ada masa penyesuaian juga sich, jadi lebih capek dikit hehehe ( biasanya nyuci 1 potong sekarang jadi lebih banyak hahhahaha ). Tapi semuanya menyenangkan kok…….semua bisa dikerjakan bersama suamiku tercinta, mulai dari beresin kamar, nyuci…..pokoknya semua jadi menyenangkan asal dikerjakan bareng dan dengan dasar kasih.


Dibilang berubah drastis mungkin belum juga ya, maklum kita khan masih numpang tinggal di PMI……jadi ya belum terlalu kerasa punya kehidupan sendiri ( hehehe ). Penyertaan Tuhan selama ini membuat kami cukup yakin bahwa suatu saat Tuhan akan memberi kami kesempatan untuk bisa memiliki kehidupan yang benar-benar mandiri. Btw…….semua apa yang telah kami dapat hingga saat ini adalah anugerah Tuhan yang sangat besar bagi kami dan kami sangat bersyukur atas semua ini. Apa yang kami jalani saat ini pahit ataupun manis…semua adalah anugerah yang hrs disyukuri karena kami yakin apa yang diberikan Tuhan pada kami saat ini bukanlah tanpa maksud……ada keindahan dibalik semua yang kami alami saat ini. Jalani semuanya dengan penuh kesabaran, minta apa yang jadi pengharapan kita dalam doa karena jika dirasa tak mungkin bicara dgn seseorang bicara dan mintalah pada Tuhan. Asal kita minta dengan sungguh2, Tuhan pasti akan mendengar doa kita ( ini nasihat dari Ibu Mertua, terima kasih Ibu ).


Hidup kami masih panjang, masih banyak suka duka yang akan kami lalui didepan sana….tapi kami yakin kami akan senantiasa melangkah maju bersama……..mencabut rumput liar didepan kami, memperindah bunga mawar yang sudah mekar, menyuburkan kembali tanaman yang layu……semua akan kami lakukan bersama dengan Yesus sebagai Kepala Rumah Tangga kami. Pintu kehidupan baru telah dibuka, apapun yang ada didalamnya bukan alasan untuk menoleh ke masa lalu atau keluar dari pintu dan menutupnya kembali…….namun sebaliknya kami akan terus melangkah maju karena Kasih Kristus senantiasa akan menyertai kami dalam membangun rumah tangga kami yang baru. ( Ini nasihat dari Ibu Evi Panambunan…terima kasih Tante Evi ).


Terima kasih Tuhan, terima kasih Papa&Ibu, terima kasih Bapak&Ibu, terima kasih Mas Bagus&Mas Tedy sekeluarga, terima kasih Dewi, Santi, Danang, Nia&Podo, Angki, keluarga Pakde & Bude di Pagerwojo, Bulek Wati, Mbak DeRai dan keluarga, We Bude Endang, dan semua keluarga kami yang hadir maupun tidak hadir dalam pernikahan kami……..kalian adalah sangat berarti dalam kehidupan kami. Terima kasih Pak Santoso Adi, Tante Evi Panambunan, Soga&Santi, Rino, Mas Beny, Jerry, Grace, Ufo, dan semua teman2 GPIB Bethesda Sidoarjo atas semua dukungan kalian baik fisik, mental, dan doa sehingga semuanya bisa berjalan lancar. Terima kasih juga atas dukungan dan doa dari rekan2 kami baik yang hadir maupun yang tidak hadir dalam rangkaian acara pernikahan kami. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kalian semua :) .


Tuhan Memberkati

Share:

Rabu, 10 Januari 2007

For the First Time "Lampung"

[caption id="attachment_324" align="alignright" width="300"]Way Kambas - Lampung Way Kambas - Lampung[/caption]

Tanggal 24 – 29 Desember 2006 adalah hari2 dimana untuk pertama kalinya aku ada di Lampung ( di rumah calon mertua ) dan hari2 untuk pertama kalinya juga aku tinggalin rumah dan adik2 untuk waktu lama serta jarak yang cukup jauh. Hehe…..rasanya seperti mimpi aku berada di salah satu provinsi di pulau Sumatra.

Aku dan Bayu berangkat dr Surabaya-Jakarta dengan Batavia Air tanggal 23 Desember 2006 jam 06.00. Perjalanan dr Jakarta-Lampung kita tempuh dalam waktu yang cukup panjang dengan bis, kapal cepat, sampai dgn travel….akhirnya sampai juga di rumah orang tua Bayu sekitar pukul 21.30. Rasa capek gak terlalu terasa setelah bertemu Bapak-Ibu dan adik2 di Lampung.

Selama di Lampung cukup banyak juga yang kita lakukan. Mulai dr merayakan Natal bersama, berkunjung ke tempat sanak saudara ( hehe sampai kehujanan yang bener2 kehujanan ), rekeresai ke Waikambas, dan yang paling rutin adalah mengerjakan pekerjaan rumah. Semuanya berjalan ngalir aja…….gak ada suasana formil. Mungkin suasana rumah dan hubungan yang akrab antar anggota keluarga di Lampung membuatku merasa nyaman dan tidak terlalu kikuk selama berada di sana. Mereka semua baik dan sangat welcome, aku merasa spt bukan org asing disana. Kadang air mataku mengalir dalam hati setiap melihat keakraban yang terjadi antara Bapak-Ibu dan anak2nya. Ada perasaan iri dan rindu ingin mengalami hal itu, ingin merasa ada dalam dekapan dan belaian seorang Ibu atau berbicara dengan Bapak dalam sebuah canda. Ada sebuah pertanyaan besar dalam hati ” kapan keluargaku bisa seperti mereka ? “.

[caption id="attachment_325" align="alignleft" width="300"]Bandar Sakti // Mbak - Ibu & Bapak Bandar Sakti // Mbak - Ibu & Bapak[/caption]

Aku dan Bayu kembali ke Surabaya tanggal 30 Desember 2006…….Hehe dr Lampung jam 07.00 dan sampai di rumah Surabaya jam 00.30 ( perjalanan yang panjang ya ). Dari Lampung-Jakarta kita naik Sriwijaya Air dan dilanjutkan dengan AirAsia dari Jakarta-Surabaya.

Liburan Natal yang menyenangkan dan berkesan. Semoga tengah tahun 2007 ini kami bisa ke Lampung lagi sudah sebagai suami-istri. Kiranya Tuhan memberkati dan melancarkan rencana pernikahan kami di pertengahan tahun 2007  ini. Semoga tahun 2007 ini menjadi tahun bagi aku dan Bayu untuk memulai perjalanan kami sebagai suami-istri dan membangun sebuah keluarga yang senantiasa memuliakan nama Tuhan serta ada dalam lindungan kasih karunia Tuhan.
Share:

Kamis, 14 Desember 2006

Welcome "Made Putri Sekar Ayu Regitha Waisnawati"

[caption id="attachment_327" align="alignright" width="300"]Kakung & Regitha Kakung & Regitha[/caption]

Horeee….dapet ponakan ke dua. Congratulation buat Mas Bagus ama Mbak Phi buat kelahiran anak keduanya ” Made Putri Sekar Ayu Regitha Waisnawati “. Btw kok tanggal lahirnya sama dengan anak pertama ya ( Putu Ayu Pradnya Pramitha Dewi ) ????????.

Semoga Githa sehat selalu, cepet besar, cantik, pinter, dan jadi anak yang berbakti sm orang tua, bangsa, dan agama serta selalu ada dalam bimbingan dan lindungan Hyang Widhi. Buat Mitha….”Happy 1st anniversary, semoga selalu dalam bimbingan dan lindungan Hyang Widhi.

Buat Mas dan Mbak…..sudah punya Mitha dan Githa, semoga rumah tangganya makin ceria, makin rukun, rejekinya makin lancar, kerjanya makin giat, dan lebih bijaksana dalam menjadi orang tua. Btw…..klu bisa jgn nambah lagi dec, kasihan Mitha ama Githa masih kecil, mendingan sekolahin, didik, dan jaga mereka dengan benar dan sebaik-baiknya hehehehehe.

Semoga keluarga Mas dan Mbak Phi senantiasa berlimpah dengan kasih dan cinta karena Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kalian semua. Semoga bertambah kebahagiaan dan rejeki kalian dengan kehadiran dua buah hati yang lucu dan cantik2.
Share:

Rabu, 13 Desember 2006

Sukses Buat Warnetnya Ya Mas :)

Terimakasih Tuhan, akhirnya warnet MithaNet running juga :) . Selamat ya Mas buat warnetnya. Semoga usaha warnetnya lancar dan dr waktu ke waktu tambah laris, dari waktu ke waktu bisa nambah client-nya, dan suatu hari bisa diversifikasi usaha ( warnet, cafe yg jual kue2 buatan Mbak Phi, dll apa aja dech yang bisa dijadikan uang asal halal )

Jangan lupa Yadnya-nya juga ya Mas biar rejekinya ngalir terus, soalnya kata pepatah kalau naburnya banyak ntar berkat Tuhan yang didapat juga berlipat-lipat……tp yang paling penting bukan jumlahnya tapi rasa iklasnya.

Btw…..Selamat ya Mas & Mbak untuk usaha warnet dan kue2nya, semoga lancar selalu dan tetep exist sampai kapanpun.
Share:

Kamis, 13 Juli 2006

Kangen ponakan

[caption id="attachment_331" align="alignleft" width="158"]Mitha Mitha[/caption]

Uggghhhhhh…..jadi kangen ama gek Mita, keponakanku yang cantik, lucu, imut. Hari ini upacara 6 bulanan di Bali, gek Mita digundul dech. Ya meski gak bisa hadir di Bali……tapi doa kita di Sby akan senantiasa menyertai gek Mita. Semoga gek Mita senantiasa ada dalam lindungan dan bimbingan Hyang widhi, sehat selalu, tambah cantik, tambah pinter, dan menjadi anak yang berbakti sama orang tua, agama, dan bangsa. Untuk Mas Bagus dan Mbak Phi semoga sehat dan sukses selalu, serta senantiasa berpikir, berkata, dan berbuat atas bimbingan dan petunjuk Hyang Widhi……agar kelak dapat menjadi orang tua yang bijaksana, manjadi teladan, dan teman yang menyenangkan untuk putra-putri tercinta.

I Loveu U All
Share:

Popular Posts